cara herbal alami untuk menyembuhkan penyakit hepatitis dengan cepat serta aman tanpa menimbulkan efek ketergantungan

Download

Kamis, 27 Oktober 2016

Perdarahan Antepartum Pada Masa Kehamilan Perlu Di Waspadai

Perdarahan antepartum pada masa kehamilan perlu di waspadai || Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung ke salah satu blogspot resmi milik alfian herbal yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi penting seputar perdarahan antepartum pada masa kehamilan perlu di waspadai.

Definisi dan Klasifikasi

Perdarahan antepartum adalah perdarahan jalan lahir setelah kehamilan 22 minggu, walaupun patologi yang sama dapat pula terjadi pada kehamilan sebelum 22 minggu. Secara klinis, perdarahan antepartum dibagi sebagai berikut :
-Plasenta previa.
-Solusio plasenta.
-Perdarahan antepartum yang belum jelas sebabnya.

Frekuensi

Frekuensi perdarahan antepartum kira-kira 3 % dari seluruh persalinan. Di RS Tjipto Mangunkusumo (1971-1975) dilaporkan terjadi pada 14,3% dari seluruh persalinan; RS Pringadi Medan kira-kira 10% dari seluruh persalinan dan di Kuala Lumpur, Malaysia (1953-1962) 3% dari seluruh persalinan; perdarahan antepartum merupakan penyebab kematian ibu yang lazim terjadi di Amerika serikat dan meliputi 4% dari seluruh persalinan.

Perdarahan pada masa kehamilan dapat membuat seorang ibu merasa khawatir. Beberapa kasus perdarahan mungkin bukan suatu hal yang serius. Walau demikian, bukan berarti Ibu dapat menganggap remeh perdarahan yang terjadi saat hamil.

Perdarahan antepartum adalah perdarahan melalui vagina yang terjadi pada usia kehamilan lebih dari 24 minggu. Akan tetapi, ada beberapa sumber yang menyatakan perdarahan dari usia kehamilan 20 minggu juga termasuk ke dalam perdarahan antepartum.

Terlepas ada tidaknya rasa sakit yang menyertai, perdarahan antepartum merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang perlu mendapatkan penanganan segera. Bila tidak segera ditindaklanjuti, keadaan ini dapat menyebabkan kematian baik pada ibu maupun pada janin.

Di Indonesia sendiri, perdarahan merupakan salah satu dari lima penyebab utama kematian pada ibu selain hipertensi dalam kehamilan, persalinan lama/macet, infeksi dan abortus. Tahun 2013, sebanyak 30.3 persen kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh perdarahan. Meski demikian, angka ini sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Penyebab

Para ahli medis terus melakukan berbagai penelitian untuk mencari tahu penyebab pasti pemicu terjadinya perdarahan antepartum. Namun hingga kini, dari keseluruhan kasus perdarahan antepartum, sebagian didiagnosis akibat abrupsi plasenta atau plasenta previa. Sedangkan sebagian lainnya tidak dapat diketahui penyebab pastinya meski telah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Yang Terjadi saat Mengalami Perdarahan Antepartum dan Harus Bagaimana?


Gejala utama perdarahan antepartum adalah darah yang keluar melalui vagina. Perdarahan ini dapat disertai dengan nyeri atau tidak. Jika disertai dengan nyeri, kemungkinan perdarahan disebabkan karena abrupsi plasenta. Sebaliknya, jika perdarahan tidak disertai dengan nyeri, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah plasenta previa.

Gejala lainnya adalah timbulnya kontraksi rahim. Bisa juga terjadi tanda-tanda syok hipovolemik pada si ibu akibat kehilangan banyak darah. Tanda-tanda ini dapat berupa: linglung, pucat, bernapas dengan cepat, berkeringat dingin, tidak ada/sedikit urine, lemas, dan pingsan. Kadang-kadang, bagi ibu hamil yang fit dan berusia muda, tanda-tanda ini tidak tampak dan baru diketahui ketika keadaan sudah sangat buruk.

Sesedikit apapun perdarahan tersebut, segera temui dokter di rumah sakit. Jangan terkecoh dengan perdarahan yang terlihat sedikit sebab masih ada kemungkinan bahwa di bagian dalam terdapat perdarahan parah, tetapi belum sepenuhnya keluar.

Saat terjadi perdarahan hebat, keselamatan Ibu akan selalu menjadi prioritas. Keputusan terkait dengan kelahiran si bayi pun harus menunggu kondisi ibu sampai stabil.

Mengenai kategori besar atau kecilnya perdarahan, Anda dapat melihat gambaran ini untuk mengetahuinya:

-Perdarahan besar, yaitu apabila tubuh kehilangan darah lebih dari 1.000 ml dengan atau tanpa tanda-tanda syok.
-Perdarahan sedang yaitu apabila tubuh kehilangan darah sebanyak 50-000 ml dan tidak disertai tanda-tanda syok.
-Perdarahan kecil yaitu apabila tubuh kehilangan darah kurang dari 50 ml dan sudah berhenti.

Dikutip dari alodokter.com

Hanya sekedar pengingat saja , untuk anda yang ingin mengetahui mengenai kutipan artikel kesehatan yang telah kami informasikan sebelumnya anda bisa mengunjungi blogspot resmi kami di alamat http://caramengobatipenyakithepatitis24.blogspot.com/ . Terimakasih atas kunjungan dan perhatiannya. Semoga artikel sederhana yang kami kutip ini bermanfaat untuk anda semua.  

Perdarahan Antepartum Pada Masa Kehamilan Perlu Di Waspadai

0 komentar:

Posting Komentar