Ibu hamil memiliki kebutuhan gizi khusus sehigga harus benar-benar dipertimbangkan dalam menu makanan hariannya. Sehingga ibu hamil perlu cermat dalam memperhatikan makanan sehat dan vitamin pada dibutuhkan selama kehamilan. Unsur makronutrisi yang perlu diperhatikan adalah karbohidrat.
Cari tahu kebutuhan karbohidrat ibu hamil yang sebenarnya | Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung ke salah satu blogspot milik Alfian Herbal, yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya. Untuk kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi penting seputar kesehatan tentang cari tahu kebutuhan kabohidrat ibu hamil yang sebenarnya.
Dari sekian banyak para ahli gizi telah sepakat untuk menyarankan bahwa sepertiga dari makanan dasar ibu hamil adalah karbohidrat. Karbohidrat dapat ditemukan pada roti, pasta, nasi, dan sereal. Makanlah sebagian besar kebutuhan karbohidrat harian saat makan siang. Sumber karbohidrat sehat yang direkomendasikan dokter adalah pasta rebus, kentang panggang, sereal, dan roti panggang. Sebisa mungkin, pilihlah makanan karbohidrat dari biji-bijian utuh atau gandum utuh.
Nah, untuk bunda yang sedang hamil, tidak dianjurkan untuk menjalani diet rendah karbohidrat atau mengikuti suatu diet ketat yang bertujuan menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan kita tidak bisa meyakini bahwa diet tersebut akan aman bagi Bunda atau bayi. Melakukan diet rendah karbohidrat saat sedang hamil dapat berdampak kepada berat badan bayi serta perkembangannya di masa depan. Bunda dan bayi bisa kekurangan nutrisi. Selain itu, mengurangi jumlah makanan secara drastis sewajarnya tidak bagus karena dapat meningkatkan kemungkinan masalah berat badan pada bayi. Demikian sebaliknya dengan meningkatkan asupan makan secara drastis saat hamil.
Mengurangi berat badan saat hamil maupun meningkatkan bobot tubuh secara berlebihan (obesitas) bukanlah langkah yang sehat, apalagi saat sedang mengandung. Ibu hamil yang mengalami obesitas akan dihadapkan kepada risiko terkena diabetes gestasional, yaitu tingginya kadar gula darah selama kehamilan. Diabetes gestasional dapat menyebabkan bayi berukuran besar sehingga menyulitkan proses persalinan. Bila hal ini terjadi, Bunda disarankan untuk menjalani bedah caesar. Diabetes gestational juga dapat berdampak kepada kesehatan bayi setelah lahir, misalnya bayi memiliki kadar gula darah yang rendah atau jaundice (kulit berwarna kuning).
Panduan Karbohidrat Ibu Hamil
Diet sehat dapat membantu melindungi Bunda dan bayi dari diabetes gestasional. Untuk wanita hamil, takaran makan normal berkisar antara 2.200 sampai dengan 2.500 kalori per hari. Penting untuk memerhatikan apa yang Bunda makan dan kapan waktu makan karena jika Bunda mengalami kelebihan berat badan sebelum hamil, maka Bunda disarankan untuk mengurangi asupan kalori.
Karbohidrat dari biji-bijian utuh merupakan sumber yang baik untuk
energi, serat, kalsium, zat besi dan vitamin B, semuanya penting selama
kehamilan. Makanan tinggi serat ini dapat membantu meringankan sembelit
sebagai penyakit yang umum terjadi selama masa-masa kehamilan. Bunda
dapat mengonsumsi nasi, roti, sereal, atau pasta sebanyak 9-11 takaran
saji sehari.
Sementara itu, gula memang merupakan bentuk
lain dari karbohidrat, namun bukanlah sumber nutrisi yang baik. Untuk
menjaga berat badan tetap sehat selama hamil, batasi asupan gula.
Waspadai pula bahwa makanan yang mengandung gula seperti kue, cenderung
mengandung tinggi lemak jenuh juga.
Bila Bunda membeli
makanan kemasan, baca label informasi nilai gizi yang tertera pada
kemasan. Kandungan karbohidrat total di atas 15 persen tergolong tinggi
dan di bawah 5 persen tergolong rendah, mengambil takaran dari tiap 100
gram karbohidrat.
Dalam memilih makanan, perhatikan juga tiga nutrisi penting selain karbohidrat, yaitu kandungan lemak, serat, dan protein.
Lemak
ditemukan dalam banyak makanan, misalnya makanan yang digoreng atau
daging berlemak. Ingatlah bahwa lemak dianggap sebagai zat yang
mengandung tinggi kalori dan rendah nilai gizi. Pada ibu hamil yang
mengalami diabetes gestasional, lemak dapat membuat kadar gula darah
menjadi lebih sulit dikontrol. Pada dasarnya, Bunda memang membutuhkan
lemak untuk membantu proses penyerapan vitamin, tapi jangan terlalu
banyak makanan berlemak. Pilih yang rendah lemak atau tanpa lemak.
Serat
Merupakan
sejenis karbohidrat yang memberikan nutrisi dan melancarkan pencernaan.
Serat sangat bermanfaat dalam meredakan sembelit.
Protein
Protein
banyak ditemukan di dalam produk nabati seperti polong-polongan dan
produk hewani seperti daging, telur, produk susu, unggas, dan ikan.
Bunda perlu menyertakan protein ke dalam menu tiap kali makan.
Dikutip dari www.alodokter.com
Ketahui Juga Makanan Pengganti Karbohidrat untuk Ibu Hamil
Kebutuhan kalori para ibu hamil otomatis akan naik kurang lebih 45% dibandingkan saat sebelum hamil dan di trimester ketiga pun akan terus bertambah sampai 450 kalori setiap harinya. Hampir 60% dari kalori yang diperlukan asalnya adalah dari karbohidrat demi terbentuknya plasenta secara sempurna, perkembangan janin, perubahan metabolisme, menyediakan cadangan lemak serta kesehatan pembuluh darah. Maka berikut ini adalah makanan-makanan sehat berkarbohidrat kompleks bagi Anda selama menghindari nasi.
- Talas
Untuk menggantikan karbohidrat dari nasi, para ibu hamil boleh mencoba mengonsumsi talas atau yang kita ketahui dengan umbi talas karena Anda dijamin memperoleh paket combo. Untuk janin bisa bertumbuh secara sempurna, terdapat kandungan protein yang akan mendukung perkembangan tulang dan otot bayi Anda selama di dalam perut. Talas juga akan memenuhi kebutuhan serat Anda per harinya sebanyak 20%.
Talas sendiri dianggap sebagai sumber karbohidrat rendah GI yang tidak hanya terasa nikmat tapi juga termasuk gampang dicerna sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil yang selera makannya sedang berkurang. Kabar baiknya lagi, talas pun dapat dimanfaatkan untuk mencegah sakit jantung dengan mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Talas tak hanya baik untuk kesehatan janin, tapi juga baik untuk sang ibu.
- Sukun
Sebagai pengganti nasi yang baik, ada sukun yang dapat Anda konsumsi setiap harinya agar Anda dan janin tetap sehat. Sukun sebetulnya cukup mirip dengan talas, hanya saja bila bicara soal rasa, sukun memang memiliki kelembutan tekstur yang lebih dan rasa yang gurih. Karbohidrat rupanya tidak hanya bisa diperoleh dari nasi, karena Anda akan menemukan bahwa sumber karbohidrat dengan rendahnya nilai GI terdapat pada sukun sehingga bermanfaat mengontrol gula darah.
Seperti yang kita tahu, ibu hamil sangat rentan terkena diabetes gestational selama dan sehabis melahirkan. Untuk itulah, demi menurunkan risiko diabetes gestational tersebut, gula darah perlu dikontrol dengan mengonsumsi sukun yang juga mengandung zat antioksidan dan flavonoid, karena bahaya diabetes saat hamil sangat mengerikan. Kedua zat tersebut mempunyai kemampuan untuk membuat kesehatan ginjal dan jantung tetap sehat dan normal. Bahkan, sumber protein yang ada didalam sukun dianggap lebih baik daripada kentang maupun ubi jalar.
- Pasta
Sedapnya makanan khas Italia satu ini dan kabar baiknya adalah sumber makanan ini adalah yang akan memberikan asupan karbohidrat kompleks bagi para ibu hamil. Sebagai pengganti nasi, Anda sah-sah saja untuk mengonsumsi pasta karena angka GI-nya tergolong rendah. Selain dari karbohidratnya yang tinggi, memiliki kandungan asam folat dimana manfaat asam folat bagi ibu hamil yang terdapat di pasta dapat membuat sistem kekebalan tubuh janin akan terbentuk dengan baik, mencegah cacat serta bermanfaat dalam mengembangkan fungsi otak.
Dikutip dari hamil.co.id
Baca juga artikel menarik lainnya | 5 Buah Super Penyembuh Penyakit Yang Harus Ada Di Rumah

0 komentar:
Posting Komentar